
Jika Amerika Serikat memiliki Patung Liberty, Prancis memiliki Menara Eiffel, Italia memiliki Menara Pisa, dan negara lain memiliki monumen ikonik yang dikenal seluruh dunia, apa kira-kira patung ikonik yang ada di Indonesia?
Sebuah patung atau monumen dapat dikatakan ikonik tidak hanya karena ukurannya, namun karena telah dikenal luas sebagai salah satu identitas sebuah negara atau daerah. Seperti halnya Jakarta dengan Monumen Nasional, Pulau Dewata memiliki Patung Garuda Wisnu Kencana.
Ya, Patung GWK menjadi patung ikonik yang ada di Pulau Bali. Patung ini tidak hanya dikenal sebagai mahakarya yang berasal dari pulau cantik tersebut, namun juga karya seni unik dan sarat makna, yang dikenal dunia dari Indonesia.
Baca juga: From Myth to Stage: Discover Balinese Barong Mask in Action
GWK: Lebih dari Sekedar Landmark

Berlokasi tepat di jantung pariwisata Indonesia, Patung Garuda Wisnu Kencana menjadi salah satu pusat kebudayaan dan wisata yang terkemuka. Patung ini dapat dengan mudah dikenali dari kejauhan ketika Anda menuju ke GWK Cultural Park.
Dengan tinggi mencapai 121 meter dihitung dari bagian pondasinya, Patung GWK termasuk salah satu dalam 7 daftar patung tertinggi di dunia. Menariknya patung ini tidak hanya tinggi namun juga besar, serta memiliki detail yang luar biasa indah di setiap bagiannya.
Visibilitasnya bahkan jauh melampaui jarak pandang di atas tanah. Sebelum Anda mendarat di Pulau Bali, Anda dapat dengan mudah melihat patung ikonik ini dari ketinggian. Terlihatnya Patung GWK juga menjadi tanda bahwa sebentar lagi Anda akan segera mendarat dan menikmati waktu menyenangkan di pulau cantik tersebut.
Patung Ikonik dari Segi Bentuk dan Tokoh yang Diangkat

Patung ini tidak mendapatkan predikat ikonik tanpa sebab. Garuda Wisnu Kencana mengusung sosok Dewa Wisnu yang tengah menaiki burung Garuda. Kombinasi yang harmonis antara filosofi ajaran agama Hindu dan budaya Bali.
Karakter yang diangkat jelas merupakan tokoh yang penting karena dikenal sebagai Dewa Pemelihara. Simbol yang digambarkan menaiki burung Garuda sebagai kendaraan suci yang dimiliki, menjadi pesan untuk menyampaikan bahwa keharmonisan harus dirawat dengan penuh rasa tanggung jawab, kebijaksanaan, dan keseimbangan dunia.
Detail Artistik dan Teknologi yang Dilibatkan
Dalam proses pembangunannya sendiri, yang akan dibahas di bagian berikutnya, Patung GWK menggunakan teknologi modular dan struktur baja kompleks. Patung ini terdiri dari total 754 modul berbahan tembaga dan kuningan, yang kemudian diberikan sentuhan platina dan mozaik kaca emas sebagai finishing-nya.
Patung ini juga merupakan salah satu patung yang dibuat dengan tingkat kesulitan tertinggi di dunia, mengkolaborasikan ketelitian, teknik modern, desain yang detail, persistensi, serta tidak lepas dari akar budaya masyarakat lokal yang kuat.
Nilai Filosofis yang Terkandung: Menyatukan Kearifan Lokal dan Nasionalisme

Setiap bagian dari patung ini merupakan simbol yang memiliki makna mendalam. Ini mengapa, menarik untuk memperhatikan setiap bagian dari patung tersebut sebelum memahami makna keseluruhan patung ikonik ini.
1. Atribut Lengkap Dewa Wisnu
Dewa Wisnu tampak menggunakan atribut yang lengkap, mulai dari Padma, Shanka, Chakra, dan Sharanga. Atribut ini memiliki makna mendalam jika ditelaah dari ajaran agama Hindu. Chakra merupakan senjata berbentuk cakram yang tajam dan berputar, melambangkan pikiran baik dan kemampuan Dewa Wisnu untuk menjaga ketertiban dunia, kemudian Shanka melambangkan kekuatan, otoritas, kedaulatan, dan dipercaya dapat mengusir kejahatan dan mengumumkan kehadiran Tuhan. Sedangkan Padma merupakan bunga teratai yang melambangkan kemurnian, keindahan, dan penciptaan alam semesta. Sementara Sharanga adalah busur pusaka Sang Dewa yang sering dikaitkan dengan Rama, inkarnasi Dewa Wisnu yang bijak dan berwibawa.
2. Kaitan dengan Tri Hita Karana dan Panca Maha Bhuta
Konsep Tri Hita Karana sendiri adalah menjabarkan tiga penyebab kebahagiaan. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara tiga unsur penting, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia dengan alam. Pada proses pembangunan serta pengelolaannya sampai saat ini, konsep ini masih dipegang teguh oleh pengelola GWK Cultural Park agar taman budaya tersebut dapat bertahan hingga jangka waktu panjang dan terus menyebarkan energi positif pada sekitar.
Sedangkan keterkaitannya dengan filosofi Panca Maha Bhuta dapat dilihat dari lima elemen dasar alam semesta yang ada di setiap aspek Patung GWK tersebut. Pertiwi, yang merupakan elemen padat seperti batuan dan tanah, Apah, yang merupakan elemen cair seperti air dan cairan lainnya, Teja, yang merupakan elemen panas dan cahaya seperti matahari dan api, Bayu, yang merupakan elemen udara dan gas seperti angin, dan Akasa, yang merupakan elemen ruang atau ether. Harmonisasi kelima elemen ini menjadikan patung ikonik tersebut semakin berkarakter dan bermakna jauh di luar ukurannya yang fantastis.
3. Upacara Penting yang Mewakili Elemen Spiritual dalam Proses Konstruksi
Untuk upacara adat yang dilakukan sendiri diketahui terbagi menjadi dua, Upacara Pasupati dan Upacara Melaspas.
Upacara Pasupati dilakukan dengan tujuan memohon kelancaran dan kesuksesan pembangunan patung GWK. Umat Hindu yang ada di Bali yakin bahwa upacara ini penting untuk membersihkan dan menyucikan patung sebelum diresmikan. Upacara ini turut dilakukan saat pemasangan mahkota Dewa Wisnu pada patung tersebut.
Sedangkan Upacara Melaspas dilakukan setelah seluruh proses pembangunan patung selesai, termasuk pemasangan mahkota dan semua bagiannya. Tujuannya adalah untuk membersihkan dan mensucikan secara keseluruhan patung GWK dan lingkungan sekitar. Upacara ini menjadi penutup dari rangkaian upacara adat dan keagamaan yang dilakukan selama proses pembangunan.
Baca juga: 12 Bali Traditional Dances You Must Experience on Your Bali Trip!
Proses Pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana

Proses pembangunan sebenarnya dimulai pada tahun 1997 lalu. Namun demikian ide awal pembangunannya sudah muncul tahun 1989 oleh dua sosok besar di masa tersebut.
Pembangunan yang memakan waktu sangat lama ini menemui banyak tantangan baik dalam segi teknis maupun non-teknis. Belum lagi jika mempertimbangkan krisis ekonomi yang terjadi tahun 1998 lalu.
Namun pada akhirnya proses pembangunan dapat diselesaikan oleh Alam Sutera Group, dan diakhiri dengan peresmiannya oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018 lalu. Melihat semua yang dilalui hingga tahap peresmian, tidak heran jika Patung Garuda Wisnu Kencana juga menjadi simbol perjuangan, persistensi, dan kolaborasi nasional dari banyak pihak untuk mewujudkan impian besar bagi Bali dan Indonesia.
Top of the Statue Tour, Nikmati Pengalaman Ikonik yang Tidak Tergantikan

Tidak hanya dapat mengagumi patung ikonik ini dari jauh, Anda juga dapat langsung mengikuti Top of the Statue Tour. Paket wisata edukatif dan eksklusif ini akan membawa Anda langsung ke jantung Patung GWK.
Di dalamnya, Anda dapat menikmati pemandangan dari ketinggian 90 meter dan berinteraksi langsung dengan narasi sejarah yang ada. Dijabarkan pula teknologi pembangunan yang digunakan, sehingga selain terhibur Anda juga akan mendapatkan pengetahuan baru.
Tur ini tidak sekedar ditujukan sebagai sarana hiburan, namun juga untuk membawa Anda memasuki bagian dalam Patung GWK, mengenalnya lebih dekat, dan merasakan kemegahan secara langsung dari patung spektakuler ini.
Dampak Budaya dan Global Ikon Baru Indonesia di Mata Dunia

Keberadaan Patung Garuda Wisnu Kencana jelas membawa dampak budaya bagi masyarakat di Bali, Indonesia, dan masyarakat dunia. Patung ikonik ini menjadi simbol Indonesia dalam berbagai forum internasional besar, seperti misalnya Gala Dinner G20 yang berlangsung beberapa waktu yang lalu.
Berada di GWK Cultural Park, patung ini juga menjadi magnet wisata budaya yang menyandingkan masa lalu dan masa kini: sebuah gambaran harmonis bagaimana kemegahan masa sekarang berakar dari perjuangan hebat di masa lalu yang sarat akan nilai.
Patung GWK juga menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu menciptakan sebuah mahakarya modern, yang tetap kental dengan nilai spiritual dan kearifan lokal.
Baca juga: Mengenang Masa Pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana
Menjadi patung ikonik yang ada di Pulau Bali, Patung Garuda Wisnu Kencana tidak hanya menjadi sebuah karya seni yang spektakuler. Erat dengan nilai dan budaya lokal masyarakat Hindu di Bali, mahakarya ini sarat makna dan memiliki banyak sekali arti bagi masyarakat secara luas.
Menjadi hasil nyata kolaborasi teknologi tinggi era modern dan nilai-nilai budaya yang mengakar kuat, Patung GWK adalah bukti otentik kepiawaian Indonesia dalam merancang dan membangun monumen bersejarah yang bertahan hingga ratusan tahun yang akan datang.
Jadi tunggu apa lagi? Segera agendakan kunjungan Anda ke GWK Cultural Park untuk menikmati keindahan patung ikonik ini dari dekat, sekaligus menikmati pertunjukan budaya yang digelar setiap hari! Beli Tiket GWK Cultural Park Anda sekarang dan rasakan pengalaman budaya tak terlupakan di GWK Cultural Park!